UA-132803831-1
Ini Fitur Baru Toyota New Avanza

Ini Fitur Baru Toyota New Avanza

Toyota Avanza terbaru rumornya segera meluncur. Multi purpose vehicle (MPV) andalan Toyota ini, memang sudah lama tak mendapatkan pembaruan total. Generasi keduanya saja sudah memasukki tahun ketujuh pada 2018 ini.

Bila jadi diluncurkan, Toyota harus meramu Avanza sebaik-baiknya. Pasalnya, saat ini pemain di segmen MPV semakin banyak menawarkan beragam keunggulan. Nah, kali ini Oto mencoba mengulik fitur apa saja yang seharusnya dibenamkan ke Avanza terbaru.

  1.      Enam Airbag

Berkaca pada Rush terbaru yang sudah dilengkapi 6 airbag. SUV ini mampu menjaga harganya tetap stabil. Harusnya Avanza bisa mengikuti jejak Rush, memperkuat sektor keselamatan, pengemudi dan penumpang di seluruh baris terlindungi. Avanza pun memiliki poin lebih yang mampu menggoda konsumen untuk membelinya.

  1. Stability control dan Brake Assist

Avanza, dikenal sebagai mobil yang memiliki manuver lincah. Tetapi mobil sejuta umat ini tak didukung stability control. Padahal, fitur ini sangat membantu dalam menjaga keamanan berkendara. Mobil dapat terhindar dari bahaya selip karena tenaga terdistribusi secara dinamis ke roda mengikuti kebutuhan traksi.

Fitur pendukung keselamatan lainnya, brake assist (BA). Adanya BA membantu rem ABS untuk bekerja lebih optimal menghindari insiden. Fitur ini berfungsi membantu pengereman, bahkan secara otomatis mampu mengaplikasikan rem saat terdeteksi adanya pelepasan pedal gas tiba-tiba, yang menandakan adanya bahaya terjadi.

  1. Lampu LED dan DRL

Penguatan sektor penerangan tak hanya menguntungkan dari sisi fungsional. Penggunaan LED juga dapat meningkatkan tampilan Avanza. Baik lampu depan dan belakang bisa dimanipulasi desainnya tanpa batas. Daytime running light (DRL) juga perlu menjadi pertimbangan Toyota. Ini merupakan fitur pasif yang berkontribusi menjaga keselamatan, baik pengemudi itu sendiri maupun pengguna jalan di sekitar. Sebenarnya, Avanza pernah mendapatkan imbuhan DRL, namun waktu itu Toyota menghadirkannya sebagai edisi terbatas.

  1. Smart Key

2019 Fortuner TRD Sportivo key

Teknologi tanpa anak kunci untuk mengakses mobil (Smart Key), sudah banyak digunakan pabrikan mobil di Indonesia. Toyota sendiri juga punya model yang mengusung fitur ini, contohnya Rush. Kehadiran keyless di Avanza terbaru tentunya menarik. Fitur ini biasanya disandingkan dengan teknologi start stop engine. Pengemudi jadi lebih mudah menyalakan dan mematikan mesin dengan sentuhan satu jari.

  1. Cruise Control

Fitur ini bisa menjadi pertimbangan bagi Toyota sebagai bekal Avanza. Cruise control bukan lagi barang mewah. Tengok saja Mitsubishi Xpander Ultimate yang Oktober lalu sudah dilengkapi peranti itu. Penggunaannya membantu pengemudi berkendara di jalan bebas hambatan. Apalagi jika perjalanannya cukup jauh, rasa lelah pada kaki pengemudi bisa diminimalisir karena mobil berakselerasi secara otomatis mengikuti batas kecepatan yang ditentukan.

Ini yang Membuat Mesin Toyota All New Rush Unggul

Ini yang Membuat Mesin Toyota All New Rush Unggul

Sebagai mobil sport utility vehicle (SUV), All New Toyota Rush dituntut memiliki performa mumpuni. Seperti generasi sebelumnya, Rush dikenal sebagai mobil yang mampu diajak ke berbagai kondisi jalan. Karena itu, Toyota pun memberikan beragam peningkatan pada mesinnya. All New Rush mengusung jantung mekanis baru yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mesin ini dikembangkan agar dapat menunjang performa generasi kedua Rush.

Mesin dan transmisi Toyota Rush

Performa All New Rush didukung oleh mesin berkode 2NR-VE. Spesifikasinya 4 silinder, 16 katup, DOHC (Double Over Head Camshaft) berteknologi Dual VVT-i. Ruang pembakarannya berkubikasi 1.496cc dengan diameter langkah 73,5 x 90,6 mm.

Dipilihnya konfigurasi DOHC, bertujuan agar tenaga Rush bisa diandalkan. Selain itu, tenaga di putaran atasnya stabil, sehingga kecepatan puncak dapat dicapai dengan baik dan cepat. Mesin Rush terbaru sudah dikombinasikan teknologi Dual VVT-I ((Variable Valve Timing with intelligence).

Fitur ini bisa mengatur waktu buka-tutup katup intake dan exhaust. Sehingga, keluaran tenaganya dapat dikontrol sesuai kebutuhan. Dampaknya, selain performa tetap terjaga, konsumsi bahan bakar lebih hemat. Lantaran arus masuk udara dan bahan bakar dikendalikan mengikuti kecepatan kendaraan. Tentunya emisi gas buangnya ikut terpengaruh menjadi lebih rendah.

Terlepas dari kemampuan menghemat bahan bakar, mobil SUV ini mampu memproduksi tenaga mencapai 104 ps pada 6.000 rpm dan torsi 136 Nm pada 4.200 rpm. Tenaga segitu dinilai cukup untuk menggerakkan mobil melewati berbagai kondisi jalan. Selain itu, konfigurasinya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Ya, menurut hasil survei yang dilakukan Toyota, konsumen Rush ternyata lebih mengutamakan konsumsi bahan bakar, Ini artinya, All New Rush lebih hemat dibanding generasi sebelumnya, namun tetap berperforma baik.

Toyota Rush 2018 outdoor

Guna mendukung keluaran tenaga itu, All New Rush masih menggunakan sistem penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Alasannya sederhana, agar mobil dapat berakselerasi dengan baik. Walau pemakaiannya menambah bobot kendaraan, namun RWD sangat sesuai untuk mobil berkapasitas 7-penumpang. Soalnya, ketika Rush diisi penuh penumpang dan barang, bobotnya cenderung membebani bagian belakang. Artinya roda belakang memiliki lebih banyak cengkeraman terhadap jalan ketimbang roda depan.

Dengan menyalurkan tenaga ke roda belakang, maka distribusi dayanya lebih optimal. Lantaran tak ada tenaga yang terbuang percuma. Apalagi ketika Rush dikendarai melewati tanjakan, pergerakannya lebih mantap ketimbang penggerak roda depan.

Untuk mengoptimalkan transfer tenaga, All New Rush menawarkan dua pilihan transmisi, manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan. Sistem transmisi manualnya tentu tak perlu dipertanyakan. Justru sistem perpindahan gigi otomatisnya yang menarik. Pasalnya, Toyota lebih memilih yang konvensional.

Walau perpindahan giginya lebih terasa, tetapi transfer tenaganya lebih cepat, seolah Rush tidak kehilangan daya untuk memutar roda belakang. Tentunya karakter transmisi ini cocok untuk diajak berkendara di berbagai kondisi jalan, termasuk tanjakan ekstrem.

Toyota All New Rush Tawarkan Kepraktisan Dalam Kabin

Toyota All New Rush Tawarkan Kepraktisan Dalam Kabin

Toyota All New Rush memiliki tampilan yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Tak hanya desain eksterior dan interior, fungsionalitas juga ditingkatkan agar pengalaman berkendara lebih baik.

interior rush

Kegunaan ini diwujudkan melalui kemudahan dan kepraktisan di dalam kabin. Seperti bangku yang kini dioptimalkan bentuknya bergaya semi bucket. Fiturnya ditambah agar posisi duduk pengemudi lebih nyaman.

Selain punya tuas untuk mengatur sudut sandaran, bangku baris pertama sudah dilengkapi pengatur ketinggian manual. Tujuannya, selain mengizinkan untuk mendapatkan posisi duduk yang pas dan nyaman, visibilitas juga dapat dimaksimalkan sesuai postur tubuh pengemudi. Kondisi ini juga ditunjang fitur tilt pada roda kemudi. Penambahan fitur ini mampu memberikan kenyamanan pengemudi.

Di baris kedua, bangkunya semakin praktis dalam menciptakan kenyamanan. Soalnya, bisa dimajukan dan dimundurkan dengan mudah melalui tuas di bagian bawah. Ruang kakinya jadi lebih luas. Kemudian, sandaran bisa diatur sudutnya melalui tuas di samping.

Akses masuk ke baris ketiga All New Rush juga dibuat mudah dan praktis. Lantaran pelipatan bangku baris kedua sudah menggunakan sistem one touch tumble. Cukup dengan menarik tuas di bagian samping, maka bangku baris kedua langsung melipat dan terangkat ke depan. Karena tinggi mobilnya yang tidak terlalu tinggi, penumpang baris belakang juga tak mengalami kesulitan untuk masuk.

Berbicara bagasi, kemampuan dimaksimalkan. Toyota sepertinya tahu betul kebutuhan konsumen. Sebagai SUV yang mampu digunakan untuk perkotaan dan jalan jauh, daya angkut barangnya besar, serta aksesnya lebih mudah.

Pintu belakang tak lagi menggunakan tuas untuk membuka, melainkan tombol. Pengemudi cukup menekan lembut tombol elektrik. Maka pintu terbuka ke atas. Gaya pintu belakang All New Rush, berbeda dengan generasi sebelumnya yang membuka ke samping. Hal ini mempengaruhi kepraktisan dan kemudahan ketika ingin memasukkan barang. Arah aksesnya bisa dari mana saja, lantaran pintu belakang membuka ke atas.

dimensi rush bertambah panjang

Bagasi belakang All New Rush juga lega. Toyota benar-benar memaksimalkan dimensi barunya yang lebih panjang. Bahkan bagasi belakang diklaim dapat menampung empat gallon air mineral, tanpa melipat bangku baris ketiga.

Kapasitas bagasi dapat ditingkatkan sesuai keinginan. Lantaran bangku baris ketiganya dibagi menjadi dua. Jika jumlah penumpangnya 6 orang dan barang bawaan cukup banyak, salah satu sisi bangku belakang dapat dilipat ke depan. Sehingga masih bisa mengakomodasi jumlah penumpang. Namun, jika dirasa perlu ruang ekstra lagi dengan jumlah penumpang 5 orang, kedua bangku baris belakang dapat dilipat seluruhnya.

Cara melipat jok belakangnya juga praktis, walau tak semudah baris kedua. All New Rush menggunakan sistem dua sentuhan. Yang pertama, menarik tuas di samping bangku untuk menurunkan sandaran. Kemudian tarik tuas di bagian bawah, tepatnya di kaki-kaki bangku baris ketiga untuk melipatnya ke depan. Kaitkan tali penyangga ke headrest baris kedua, agar bangku yang sudah dilipat tak goyang-goyang.

Menariknya, kombinasi gaya angkut All New Rush terbilang bervariasi. Bila muatannya memiliki dimensi yang panjang, seperti papan selancar atau sepeda, pengemudi bisa mengatur ruang dengan melipat sandaran bangku bangku baris ketiga dan kedua.

Ruang penyimpanan barang kecil turut dioptimalkan. Kompartemen All New Rush terbilang banyak, khususnya untuk tempat botol air minum. Di baris depan tentunya sudah ada laci dashboard dengan kapasitas yang mampu memuat dokumen atau perkakas kecil. Kemudian di bawah tombol pendingin kabin, ada laci kecil yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan smartphone atau uang kecil. Masih di konsol tengah, tersedia cupholder dan kompartemen berukuran tanggung. Di atas dekat lampu kabin disediakan penyimpanan kacamata.

Pada baris kedua, ruang penyimpanannya lebih banyak lagi. Yang pertama kantong di belakang bangku baris pertama untuk menyimpan dokumen. Lalu di sisi pintu kiri dan kanan terdapat dua cupholder dan sedikit tempat penyimpanan. Konsol tengah yang menyambung dari baris depan, juga tersedia cupholder tersembunyi untuk satu botol minum kecil. Sedangkan di baris ketiga terdapat cupholder dan tempat penyimpanan berukuran kecil di setiap sisi bangku.

Kinerja Ekspor Toyota Masih Positif, Fortuner Paling Laris Diminati

Kinerja Ekspor Toyota Masih Positif, Fortuner Paling Laris Diminati

Toyota Indonesia (TMMIN) mempertahankan ceruk pasar ekspor global. Periode Januari-Oktober 2018, mereka membukukan ekspor mobil dalam bentuk utuh (CBU) hingga 173.700 unit. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hasil ini tetap positif. Meski, hanya naik 2% dari sebelumnya, 170.400 unit. Torehan positif tetap digenggam manufaktur, sungguhpun ada tantangan perekonomian global. Terutama negara-negara tujuan ekspor masih belum stabil.

Ini diakui Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono. Ia mengatakan, beberapa negara tradisional tujuan ekspor Toyota Indonesia masih mengalami resesi ekonomi. Namun, menurut Warih, kondisi ini senantiasa dimanfaatkan Toyota Indonesia untuk tetap bisa menjaga efisiensi produksi dan kualitas global. Jadi produk selalu kompetitif dari negara lain.

“Daya saing menjadi kunci utama. Toyota Indonesia dan seluruh rantai pasok harus meningkat, dengan tetap mengedepankan kualitas. Termasuk di dalamnya menggunakan sebanyak mungkin material lokal. Maka produksi kita bisa semakin kompetitif dan terserap dengan baik oleh negara tujuan ekspor,” jelas Warih.

Kalau dielaborasi lebih detail, pencapaian ekspor terbantu oleh lima produk Toyota Indonesia. Fortunermasih jadi penopang utama dengan kontribusi 43.400 unit. Besarannya 25% dari total pengiriman CBU bermerek Toyota. Posisi kedua ditempati Avanza dengan hasil 30.700 unit (18%), kemudian Agya 27.200 unit (16%).

Fortuner dominasi ekspor TMMIN

Peringkat empat terdapat generasi terbaru Rush menyusul dengan angka 25.600 unit (15%). Sedangkan menutup posisi lima besar, diduduki Vios, sekaligus menjadi satu-satunya sedan yang diproduksi di Indonesia. Sedan kompak ini berhasil jadi primadona dengan penjualan 20.300 unit. Produksi dan kinerja ekspor Vios tetap digenjot, meski Vios bukan primadona pasar domestik.

Selain ekspor mobil dalam kondisi CBU, Toyota Indonesia juga mengirimkan dalam bentuk terurai utuh (CKD). Pada periode yang sama, tercatat 35.500 unit mobil CKD yang dikirim dari pabrik Karawang, Jawa Barat ke luar negeri.

Misalnya, sebagai bagian dari rantai pasok dunia, Toyota Indonesia juga mengekspor komponen kendaraan bermotor, dengan total 81,9 juta. Belum lagi pengiriman mesin dalam bentuk utuh (engine assy), yakni 37.300 unit tipe TR dan 87.800 unit tipe RNR. Dilihat dari besaran angkanya, kontribusi Toyota Indonesia paling besar sebagai global supply chain.

Bob Azam, Direktur TMMIN, menambahkan, konsistensi dan keberhasilan ekspor brand Toyota dari Indonesia menunjukkan posisi Indonesia sangat strategis bagi jaringan global Toyota. “Toyota Indonesia juga terus menciptakan SDM lokal berkualitas. Salah satunya lewat pendidikan Toyota Indonesia Academy (TIA) dan program vokasi sesuai strategi pemerintah. Dengan SDM berkualitas, Toyota Indonesia bisa tetap kompetitif menghadapi persaingan dari negara lain dan itu kami lakukan,” tutup Bob.

Toyota RAV4 Terbaru Punya Segudang Teknologi untuk Melawan Honda CR-V

Toyota RAV4 Terbaru Punya Segudang Teknologi untuk Melawan Honda CR-V

Toyota RAV4 terbaru mulai dipasarkan untuk pasar Amerika Serikat Desember mendatang. Mobil yang tampil pertama kali di New York Auto Show 2018 itu, mendapatkan banyak peningkatan. Tak hanya parasnya, namun juga fitur dan teknologi yang disandang. Apa saja perubahannya?

RAV4 generasi kelima menawarkan 5 varian. LE menjadi varian terendah. Di atasnya XLE, XLE Premium, Adventure dan Limited. Harga yang ditawarkan berkisar Rp 370 jutaan hingga Rp 507 jutaan, seperti dinukil dari Autoevolution.

Secara desain, RAV4 generasi kelima mengalami transformasi total, menjadi lebih garang dan kaku. Cukup berani mengeksplor gaya rancang Toyota terkini. Hanya saja desain buritan kurang orisinal. Mirip Jeep Cherokee. Konstruksi keseluruhan ikut diubah, sehingga punya banyak keunggulan dibanding generasi sebelumnya. Contohnya jarak sumbu roda bertambah 1,2 inci. Hal ini berdampak pada peningkatan kelapangan kabin, khususnya ruang bagasi yang menjadi lebih panjang 2,5 inci.

Di dalam kabin, sektor kenyamanan diperkuat melalui peningkatan komponen hiburan. Sistem multimedia Entune 3.0 yang didukung konektivitas WiFi dari Verizon dan terintegrasi Apple CarPlay tersematkan di semua varian. Semua itu ditampilkan oleh layar sentuh 7-inci. Namun, pada varian tertinggi diberikan sound system Entune 3.0 Audio Plus dengan Sirius XM, sistem navigasi, Qi wireless charging dan 11 speaker JBL berdaya 800 watt.

Jantung mekanis ikut mengalami kemajuan. RAV4 terbaru mengusung mesin berkapasitas 2,5 liter 4 silinder berteknologi VVT-iE. Performanya didukung teknologi D4-S Fuel Injection dan rasio kompresi ruang pembakaran 13:1. Konfigurasinya mendorong mesin RAV4 menghasilkan tenaga puncak 205,8 PS dan torsi 249 Nm.

Keseluruhan daya disalurkan melalui sistem transmisi otomatis Direct Shift 8-percepatan. Transmisi baru ini menyediakan sebaran rasio lebih luas, sehingga akselerasinya cepat dan lembut minim hentakan. Pengemudi turut diberikan pilihan mode berkendara: Eco, Normal dan Sport.

RAV4 terbaru juga ditawarkan dalam dua pilihan penggerak: roda depan (Forward Wheel Drive) dan empat roda (All-Wheel Drive). Pada varian Limited dan Adventure berpenggerak AWD. Sudah mengadopsi teknologi Dynamic Torque Vectoring All-Wheel Drive berpadu Rear Driveline Disconnect.

Teknologi ini mengizinkan torsi ditransfer secara dinamis dan independen ke roda belakang yang memiliki traksi lebih baik. Selain memberikan meningkatkan performa berkendara , penggunaannya turut menambah efisiensi konsumsi bahan bakar.

Guna menunjang keselamatan dan keamanan, RAV4 dibekali Toyota Safety Sennes (TSS) 2.0 yang terdiri dari: Pre-Collision System with Pedestrian Detection (PCS w/PD), Full-Speed Range Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Departure Alert with Steering Assist (LDA w/SA), Automatic High Beam (AHB), Lane Tracing Assist (LTA) dan Road Sign Assist (RSA).

Untuk varian XLE ke atas, ditambahkan fitur Blind Spot Monitor (BSM) dengan Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Rear Cross Traffic Braking (RCTB) dan Intelligent Clearance Sonar (ICS).

Perlindungan semua penumpang ditunjang 8 airbag. Fitur keselamatan aktif lainnya antara lain Enhanced Vehicle Stability Control (VSC), Traction Control (TRAC), Electronic Brake-force Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Anti-lock Braking System (ABS), dan Smart Stop Technology (SST). Yang menarik pada varian Limited terdapat kamera Bird’s Eye View.

Daftar Low MPV Terlaris 2018, Toyota Avanza Kembali ke Puncak

Daftar Low MPV Terlaris 2018, Toyota Avanza Kembali ke Puncak

Pertarungan antarpabrikan di segmen  Low MPV (Multi Purpose Vehicle) kian seru. Bukan tanpa sebab, peminat mobil ini sangat banyak di Indonesia. Produsen berlomba menarik hati para pecinta mobil keluarga. Di posisi puncak direbutkan oleh dua lakon, Mitsubishi Xpander dan Toyota Avanza.

Keduanya saling berebut ceruk pasar Low MPV, yang mendominasi semua segmen penjualan mobil. Namun kita lihat dulu, penjualan mobil di semua kelas skala nasional. Menukil data wholesales terbaru (pabrik ke diler) yang dirilis Gaikindo, total penjualan mobil pada Oktober 2018 mencapai 106.050 unit. Angkanya terkerek 10,25% dibanding September 2018, yang membukukan penjualan 96.191 unit.

Pertumbuhan dua digit bukan angka yang sedikit. Beberapa APM mengaku, penjualan masih baik lantaran harga komoditas yang juga naik. Pertumbuhan ekonomi nasional juga masih positif di atas 5%. Jadi daya beli di sektor otomotif masih terbilang baik. Penyumbang paling banyak memang pasar LMPV. Penyebabnya, harga yang relatif terjangkau dan kapasitas penumpang yang banyak (rata-rata 7 seater).

Dan khusus Oktober kemarin, Xpander tertinggal jauh dari rival sengit, Avanza. Mobil keluarga garapan Toyota ini, kembali merajai pasar. Avanza mengantongi penjualan 8.415 unit. Entah jurus sakti apa yang dikeluarkan perusahaan. Padahal dari fitur dan desain sudah mulai usang ditinggal kompetitor. Faktanya Avanza masih laris manis.

Tapi di sini Toyota Astra Motor membuktikan, value dari T brand begitu kuat di masyarakat. Torehan tadi belum ditambah dari fleet market. Toyota Transmover alias Avanza versi komersial terjual 943 unit. Jadi totalnya 9.358 unit selama sebulan kemarin.

Avanza membungkam Xpander, yang hanya terjual sebanyak 5.408 unit. Penjualannya sedikit terkoreksi, dibanding perolehan September 2018 yang mencapai 6.276 unit. Padahal, Mitsubishi rajin mengkampanyekan kebolehan Xpander lewat ‘Tons of Real Happiness’ yang berlangsung di sembilan kota di Indonesia.

Untuk menutup tahun fiskal 2018, masih tinggal 1,5 bulan lagi. Berarti ada kesempatan untuk menjadi juara. Tak mungkin pula Mitsubishi bergeming atau bahkan berpangku tangan, melihat Xpander dilibas Avanza. Kita lihat saja, bagaimana mereka mengalokasikan tenaganya untuk menjadi LMPV nomor satu di Indonesia. Setidaknya kita bisa melihat data tersaji di tahun depan.

AAvanza Limited

Avanza merupakan model kendaraan Toyota yang paling laris. Sejak peluncurannya di era 2000an awal, model kendaraan keluarga yang kompak jadi primadona. Satu persatu kompetitor tak mampu membuat penjualannya surut. Baru belakangan perlawanan diberikan oleh Xpander. Mari kita tunggu persaingan mereka di bulan berikutnya.